KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN NO. : KEP. 311/BW/2002 TENTANG SERTIFIKASI KOMPETENSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TEKNISI LISTRIK

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN HUBUNGAN

INDUSTRIAL DAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN

NO. : KEP. 311/BW/2002

TENTANG

SERTIFIKASI KOMPETENSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TEKNISI LISTRIK

DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN

Menimbang :

a. bahwa listrik mengandung potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan tenaga kerja dan orang lain yang berada di dalam lingkungan tempat kerja, dan mengancam keamanan bangunan beserta isinya;

b. bahwa untuk menjamin keamanan dan keselamatan terhadap instalasi listrik, harus direncanakan, dipasang, diperiksa dan diuji oleh orang yang berkompeten dan memiliki ijin kerja sebagaimana dimaksud dalam Standar Nasional Indonesia SNI 04-0225 Tahun 2000 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik Tahun 2000 (PUIL-2000);

c. bahwa untuk itu dikeluarkan ketentuan dan persyaratan kompetensi keselamatan dan kesehatan kerja bagi teknis listrik yang ditetapkan dengan Surat Keputusan.

Mengingat :
1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;

2. Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah;

3. Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom;

4. Keputusan Presiden RI No. : 228 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royang;

5.   Peraturan  Menteri  Tenaga  Kerja  Nomor  Per-04/MEN/1995 tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja;

6.   Keputusan  Menteri  Tenaga  Kerja  dan Transmigrasi  RI.No. Kep-23/Men/2001,    tentang   Organisasi   dan   Tata    Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi;

7.   Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi  RI.  No. Kep-75/Men/2002   tentang   Berlakunya   Standar   Nasional Indonesia  SNI-04-0225-2000  mengenai  Persyaratan  Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di tempat kerja.

Menetapkan          :

PERTAMA            :      Setiap   teknisi yang diserahi tugas dan tanggung  jawab  dalam pekerjaan       pemasangan,       pengoperasian,       pemeliharaan, pemeriksaan,   pengujian  dan  perbaikan   instalasi  listrik  harus memenuhi  syarat  kompetensi  keselamatan  dan kesehatan  kerja listrik yang dibuktikan dengan  sertifikat dan lisensi keselamatan dan kesehatan kerja listrik.

KEDUA                :       

a.   Untuk   mendapatkan   sertifikat   dan   lisensi   sebagaimana dimaksud pada amar pertama, teknisi listrik wajib mengikuti pembinaan   keselamatan   dan  kesehatan   kerja   listrik   dan dinyatakan lulus;

b.   Mata    pelajaran    dan    syarat-syarat    peserta    pembinaan keselamatan  dan  kesehatan  kerja  listrik  seperti  tercantum dalam lampiran keputusan ini.

KETIGA               :       Penyelenggaraan    pembinaan  keselamatan  dan kesehatan  kerja listrik  sebagaimana  dimaksud  amar  kedua  dapat  dilaksanakan oleh perusahaan  jasa  keselamatan  dan  kesehatan kerja  (PJK3) sebagaimana  dimaksud  dalam  Peraturan  Menteri  Tenaga Kerja No. Per.04/Men?1995 tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

KEEMPAT           :       Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila  dikemudian  hari  terdapat  kekeliruan,  akan  diperbaiki sebagaimana semestinya.

Ditetapkan di  : Jakarta

Tanggal : 6 September 2002

DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN

Ttd.

MUZNI TAMBUSAI NIP. 140058574

Kami Butuh Bantuanmu

JIka ada kesalahan dalam penulisan lainnya silakan hubungi kami

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Yang lainnya