PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA NOMOR : PER.04/MEN/1995 TENTANG PERUSAHAAN JASA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA NOMOR : PER.04/MEN/1995

T E N T A N G

PERUSAHAAN JASA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA

Menimbang:    

a.   bahwa pembangunan nasional  dilaksanakan  disemua  Sektor kegiatan dengan  penerapan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  yang  semakin meningkat untuk memenuhi tingkat produksi yang tinggi dalam rangka meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat, yang  dalam pelaksanaannya dapat   menimbulkan   kecelakaan   apabila    tidak   ditangani   secara professional dan berkesinambungan;

b.   bahwa  dalam rangka  mencegah  terjadinya  bahaya  kecelakaan,  perlu mengikutsertakan pihak-pihak lain yang berhubungan dengan masalah pengawasan K3 mulai dari tahap konsultasi, pabrikasi,  pemeliharaan, reparasi, penelitian, pemeriksaan, pengujian, Audit K3 dan Pembinaan K3;

c.   bahwa  Keputusan  Menteri  Tenaga  Kerja  No.  Kep.  1261/Men/1988 sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan, sehingga perlu disempurnakan;

d.   bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Peraturan Menteri.

Mengingat:      

1.  Undang-undang Uap Tahun 1930 (Staatsblad tahun 1930 No. 225);

2.   Undang-undang  No.  3  tahun  1951  tentang  Pernyataan  berlakunya Undang-undang  Pengawasan  Perburuhan  tahun  1948  No.  23  dari Republik Indonesia untuk Seluruh Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1951 No. 4);

3.   Undang-undang   No.  14  Tahun  1969  tentang   Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja (Lembaran Negara tahun 1969 No. 55, Tambahan Lembaran Negara No. 2912);

4.   Undang-undang   No.   1   Tahun   1970   tentang   Keselamatan   Kerja (Lembaran  Negara Tahun 1970 No. 1, Tambahan  Lembaran Negara No. 2918).

5.   Keputusan Presiden RI. No. 96/M Tahun 1993 tentang Pembentukan Kabinet Pembangunan VI.

6.   Peraturan  Menteri  Tenaga  Kerja  No. Per.02/Men/1992  tentang  Tata Cara Penunjukan,  Kewajiban  dan Wewenang  Ahli  Keselamatan  dan Kesehatan Kerja.

M E M U T U S K A N

Menetapkan   :   PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA TENTANG  PERUSAHAAN  JASA  KESELAMATAN  DAN KESEHATAN KERJA.

BAB I KETENTUAN UMUM

Pasal  1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

a.   Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan  pekerja dengan  tujuan mencari untung atau tidak, baik milik swasta maupun milik Negara.

b.   Perusahaan  Jasa Keselamatan  dan Kesehatan  Kerja yang selanjutnya  disebut  PJK3 adalah  perusahaan  yang usahanya  dibidang  jasa K3 untuk  membantu  pelaksanaan pemenuhan  syarat-syarat  K3  sesuai  dengan  peraturan  perundang-undangan   yang berlaku.

c.   Pengawasan Ketenagakerjaan adalah suatu Sistem pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan  dibidang ketenagakerjaan yang merupakan rangkaian kegiatan pemeriksaan dan pengujian guna melakukan  tindakan korektif baik secara prefentif maupun represif.

d.   Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh  bahan keterangan tentang suatu keadaan disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka tindakan korektif.

e.   Pengujian adalah rangkaian kegiatan penilaian suatu objek secara tehnis atau  medis yang mempunyai  suatu risiko bahaya dengan cara memberi beban uji  atau  dengan teknik  pengujian  lainnya  sesuai  dengan  ketentuan  tehnis  atau  medis  yang  telah ditetapkan.

f.    Pemeriksaan dan pengujian teknik adalah pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan pada keadaan  mesin-mesin,  pesawat-pesawat,  alat-alat  dan peralatan  kerja,  bahan- bahan, lingkungan kerja, sifat pekerjaan, cara kerja dan proses produksi.

g.   Pemeriksaan  dan  pengujian  kesehatan  kerja  adalah  pemeriksaan  yang  dilakukan terhadap kesehatan tenaga kerja dan lingkungan kerja.

h.   Ahli  Keselamatan  dan  Kesehatan  Kerja  yang  selanjutnya  disebut  Ahli  K3  adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh  Menteri  Tenaga  Kerja  untuk  mengawasi  langsung  ditaatinya  Undang-undang Keselamatan Kerja.

i.     Pengurus  adalah  orang  yang  mempunyai  tugas  memimpin  langsung  suatu  tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri.

j.   Pengusaha adalah:

1.   Orang, persekutuan atau badan hukum yang menjalankan suatu perusahaan milik sendiri;

2.   Orang, persekutuan  atau badan hukum yang secara berdiri sendiri  menjalankan perusahaan bukan miliknya;

3.     Orang,  persekutuan  atau  badan  hukum  yang  berada  di  Indonesia,  mewakili perusahaan   sebagaimana   dimaksud   dalam   angka   1  dan angka 2 yang berkedudukan di luar wilayah Indonesia

k.   Dokter pemeriksa adalah Dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh Direktur sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (2) Undang-undang No. 1 Tahun 1970.

l.     Direktur   adalah   Pejabat   yang   ditunjuk   oleh   Menteri   Tenaga   Kerja    untuk melaksanakan Undang-undang Keselamatan Kerja.

Pasal  2

(1) PJK3  dalam  melaksanakan  kegiatan  jasa  K3  harus  terlebih  dahulu  memperoleh keputusan penunjukan dari Menteri Tenaga Kerja c.q. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan.

(2) Untuk  memperoleh  keputusan  penunjukan  sebagaimana  dimaksud  dalam  ayat  (1) harus memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Bab II.

Pasal  3

PJK3 sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) meliputi:

a.   Jasa Konsultan K3;

b.   Jasa Pabrikasi, Pemeliharaan, Reparasi dan Instalasi Teknik K3;

c.   Jasa Pemeriksaan dan Pengujian Teknik;

d.   Jasa Pemeriksaan/pengujian dan atau pelayanan kesehatan kerja;

e.   JasaAudit K3;

f.   Jasa Pembinaan K3.

Pasal  4

(1) Perusahaan  Jasa  Pemeriksaan  dan  Pengujian  Teknik  sebagaiman  dimaksud  dalam pasal 3 huruf c meliputi bidang:

a.   Pesawat uap dan bejana tekan;

b.   Listrik;

c.   Penyalur petir dan peralatan elektronik;

d.   Lift;

e.   Instalai proteksi kebakaran;

f.   Konstruksi bangunan;

g.   Pesawat angkat dan angkut dan pesawat tenaga dan priduksi;

h.   Pengujian merusak (Destructif Test) dan tidak merusak (Non Destructif Test). (2) Perusahaan jasa sebagaimana dimaksud  dalam pasal 3 huruf d meliputi bidang:

a.   Kesehatan Tenaga Kerja;

b.   Lingkungan Kerja;

(3) Rincian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan (2) dapat diubah sesuai  dengan perkembangan teknik dan tehnologi yang ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.

Pasal  5

Perusahaan  jasa  sebagaimana  dimaksud  dalam  pasal  4  ayat  (1)  dilarang  melakukan kegiatan PJK3 sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a, b, e dan f.

Pasal  6

Ahli K3 atau dokter pemeriksa yang bekerja pada PJK3 mempunyai  tugas  melakukan pemeriksaan  dan  pengujian  teknik  atau pemeriksaan/pengujian dan atau pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan Keputusan penunjukannya.

BAB II

SYARAT-SYARAT PENUNJUKAN

Pasal  7

Untuk  menjadi  PJK3 sebagaimana  dimaksud  dalam  pasal 1 huruf b harus  memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a.   Berbadan hukum;

b.   Memiliki ijin usaha perusahaan (SIUP);

c.   Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);

d.   Memiliki bukti wajib lapor ketenagakerjaan;

e.   Memiliki peralatan yang memadai sesuai usaha jasanya;

f.    Memiliki  Ahli  K3  yang  sesuai  dengan  usaha  jasanya  yang  bekerja  penuh  pada perusahaan yang bersangkutan;

g.   Memiliki  tenaga  teknis  sesuai  usaha  jasanya  sebagaiman  dimaksud  salam  pasal  3 huruf b.

Pasal  8

(1) Untuk mendapat Keputusan penunjukan sebagaiman dimaksud dalam pasal 2, PJK3 harus mengajukan permohonan kepada Menteri Tenaga Kerja c.q Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan.

(2) Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dan diberi materai disertai lampiran:

a.   Salinan akte pendirian perusahaan;

b.   Salinan Surat Ijin Usaha Perusahaan (SIUP);

c.   Surat keterangan domisili perusahaan;

d.   Salinan Bukti NPWP perusahaan;

e.   Daftar peralatan yang dimiliki sesuai usaha jasanya;

f.   Struktur organisasi perusahaan;

g.   Salinan wajib lapor ketenagakerjaan;

h.   Salinan Keputusan Penunjukan sebagai Ahli K3 atau dokter pemeriksa kesehatan tenaga kerja kecuali untuk perusahaan jasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf b dan f;

i.     Riwayat hidup Ahli K3 atau Tenaga Tehnis yang bekerja pada perusahaan yang bersangkutan.

(3) Permohonan  sebagaimana  dimaksud  dalam  ayat  (2)  harus  mencantumkan  bidang usaha jasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) dan (2)  yang sesuai dengan Ahli K3 yang dimiliki.

(4) Permohonan   sebagaimana   dimaksud  dalam  ayat  (2)  tembusannya   disampaikan kepada  Kepala  Kantor  Departemen  Tenaga  Kerja  dan  Kepala  Kantor  Wilayah Departemen Tenaga Kerja setempat.

Pasal  9

(1) Setelah  permohonan   sebagaimana   dimaksud  dalam  pasal  8  diterima,   Direktur Pengawasan  Norma  Keselamatan  dan  Kesehatan  Kerja  memeriksa  kelengkapan syarat-syarat administrasi dan syarat-syarat teknis.

(2) Dalam melaksanakan pemeriksaan kelengkapan syarat-syarat administrasi dan syarat- syarat  teknis  sebagaimana  dimaksud  dalam  ayat (1) Direktur  Pengawasan  Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja dapat membentuk Tim Penilai;

(3) Ketua, anggota, hak, kewajiban dan masa kerja Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam   ayat   (2)   ditetapkan   dengan   Keputusan  Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja;

(4) Berdasarkan  hasil  pemeriksaan  sebagaimana  dimaksud  dalam  ayat  (1),  Menteri Tenaga Kerja c.q Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan  dalam  waktu  paling  lama  3 (tiga)  bulan  terhitung  mulai  tanggal diterimanya permohonan, menetapkan penolakan atau keputusan penunjukan.

(5) Penolakannya sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) harus disertai alasan-alasannya.

Pasal  10

(1) Keputusan Penunjukan PJK3 sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (4) berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun, dan setelah berakhir dapat diperpanjang.

(2) Untuk  mendapatkan  Keputusan  Penunjukan  perpanjangan  sebagaimana  dimaksud dalam  ayat  (1),  PJK3  harus  mengajukan  surat permohonan  perpanjangan  dengan melampirkan syarat-syarat sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 ayat (2) dan daftar kegiatan selama berlakunya Keputusan Penunjukan.

(3) Pengajuan  permohonan  perpanjangan  PJK3 sebagaimana  dimaksud dalam ayat  (2) harus  diajukan  dalam  waktu  selambat-lambatnya 1 (satu)  bulan  sebelum  berakhir masa berlakunya keputusan penunjukan yang lama.

BAB III

HAK DAN KEWAJIBAN

Pasal  11

PJK3  yang  telah  memdapatkan  Keputusan  Penunjukan  sebagaimana  dimaksud  dalam pasal 9 ayat (4) berhak:

a.   Melakukan kegiatan sesuai denga Keputusan Penunjukannya.

b.   Menerima  imbalan  jasa  sesuai  dengan  kontrak  diluar  biaya  retribusi  pengawasan norma   keselamatan   dan  kesehatan   kerja,   sesuai   dengan   peraturan   perundang- undangan yang berlaku.

Pasal  12

PJK3  yang  telah  mendapatkan  Keputusan  penunjukan  sebagaimana  dimaksud  dalam pasal 9 ayat (4) berkewajiban:

a.   Mentaati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku;

b.   Mengutamakan  pelayanan  dalam  rangka  pelaksanaan  pemenuhan  syarat-syarat  K3 sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku;

c.   Membuat kontrak kerja dengan pemberi kerja yang isinya antara lain memuat secara jelas hak dan kewajiban;

d.   Memelihara dokumen kegiatan untuk sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.

Pasal  13

Selain kewajiban  sebagaimana  dimaksud  dalam pasal 12 PJK3 harus melaporkan  dan berkonsultasi   dengan   Kepala   Kantor   Departemen   atau   Kepala   Kantor   Wilayah Departemen  Tenaga Kerja setempat sebelum dan sesudah melakukan  kegiatan dengan menyerahkan laporan teknis sesuai ketentuan yang berlaku.

Pasal  14

PJK3 yang melakukan kegiatan dibidang jasa pemeriksaan dan pengujian teknik atau jasa pemeriksaan/pengujian   dan   atau   pelayanan  kesehatan   kerja   yang   mengakibatkan kerusakan  atau  kerugian  pihak  lain  karena  tidak  mengikuti  prosedur  sesuai  dengan peraturan  perundang-undangan  yang berlaku, wajib  bertanggung  jawab atas kerusakan atau kerugian tersebut.

BAB IV KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal  15

Dalam hal adanya perubahan Ahli K3 atau tenaga teknis, PJK3 harus melaporkan kepada Menteri  Tenaga  Kerja  c.q  Direktur  Jenderal  Pembinaan  Hubungan   Industrial  dan Pengawasan Ketenagakerjaan.

Pasal  16

(1) Penunjukan   PJK3  sebagaimana   dimaksud   dalam   Peraturan   Menteri   ini   untuk mencapai hasil kecelakaan di tempat kerja.

(2) Untuk mencapai nihil kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), PJK3 harus memiliki sarana dan prasarana yang diperlukan untuk pemenuhan  syarat-syarat K3 sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(3) Untuk  memenuhi  pelaksanaan  ketentuan  sebagaimana  dimaksud  dalam  ayat  (2), Menteri Tenaga Kerja dapat menunjang  badan usaha tertentu untuk  melaksanakan kegiatan jasa K3.

BAB V SANKSI

Pasal  17

PJK3 yang telah ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja c.q Direktur Jenderal  Pembinaan Hubungan  Industrial  dan  Pengawasan  Ketenagakerjaan,  apabila  dalam  melaksanakan kewajibannya tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri ini dapat dikenakan sanksi Pencabutan Keputusan penunjuk sebagai PJK3.

Pasal  18

PJK3 yang telah  mendapatkan  Keputusan  Penunjukan  dari Menteri  Tenaga  Kerja  c.q Direktur  Jenderal  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Pengawasan  Ketenagakerjaan berdasarkan  keputusan  Menteri  Tenaga  Kerja  No. Kep.  1261/Men/1988  tetap berlaku sampai berakhirnya Keputusan Penunjukan yang lama.

BAB VII KETENTUAN PENUTUP

Pasal  19

Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan melakukan pengawasan terhadap ditaatinya Peraturan Menteri ini.

Pasal  20

Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini, maka keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep.  1261-/Men/1988  tentang  syarat-syarat Penunjukan  Perusahaan  Jasa  Pemeriksaan dan Pengujian Teknik Pesawat Uap dinyatakan tidak berlaku lagi.

Pasal  21

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan  di Jakarta

Pada tanggal 12 Oktober 1995

MENTERI TENAGA KERJA

ttd.

ABDUL LATIEF

Kami Butuh Bantuanmu

JIka ada kesalahan dalam penulisan lainnya silakan hubungi kami

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Yang lainnya