Jenis Audit SMK3

Guna mengetahui keefektifan penerapan SMK3 dan mengukur kinerja pelaksanaan SMK3 serta untuk membuat perbaikan-perbaikan maka diperlukan pelaksanaan audit SMK3. Selain itu melalui audit SMK3 akan diketahui program K3 apakah telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan K3 yang telah ditetapkan pada suatu perusahaan.

Disadari bahwa selama berlakunya Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, ukuran yang dipakai untuk mengukur dan menilai kegiatan usaha keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja selalu menggunakan tingkat kekerapan kecelakaan, tingkat keparahan kecelakaan, jumlah kerugian yang ditimbulkan dan statistik kecelakaan. Metode tersebut hingga saat ini mash dipergunakan, namun hal itu hanya untuk mengukur peristiwa kecelakaan yang terjadi dan bersifat reaktif.

Jenis-jenis Audit SMK3

Berdasarkan pelaksanaan audit SMK3, dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis audit yaitu audit internal dan audit eksternal :

a. Audit internal

Penilaian ini merupakan penilaian yang dilakukan oleh perusahaan sendiri, yang bertujuan menilai efektifitas penerapan sistem manajemen K3 di perusahaan serta memberi masukan kepada pihak manajemen dalam rangka pengembangan secara terus menerus.

Pelaksanaan internal audit idealnya dilaksanakan 2 kali dalam setahun dengan melibatkan seluruh bagian di perusahaan antara lain pada setiap unit operasi, lokasi dan departemen/bagian harus dikutsertakan dalam audit dengan metode uji silang (cross check).

Audit internal dilaksanakan oleh personil yang independen terhadap bagian yang diaudit, bukan personil yang mempunyai hubungan langsung terhadap bagian yang diaudit, bukan personil yang mempunyai hubungan terhadap bagian tersebut, sehingga hasil yang didapat merupakan hasil yang obyektif. Disini personil yang harus terlatih dan melakukan audit juga berpengalaman.

Pelaksanaan audit dilakukan oleh suatu tim sendiri atas berbagai unsur disiplin dan fungi dengan jumlah anggota tim tetap harus ganjil dan tidak melebihi dari 7 (tujuh) orang, karena semakin banyak anggota tim akan mengakibatkan kurang efektifnya kerja tim.

Komposisi anggota tim tetap ditentukan sebagai berikut :

  • 1 orang tim manajemen senior;
  • 2 orang anggota P2K3;
  • 2 orang ahli dalam bidang operasi/produksi dan
  • 2 orang ahli K3 atau ahli lain yang ditunjuk khusus.

Tim audit internal

Tim audit internal diangkat secara resmi oleh pimpinan perusahaan dan bertanggung jawab secara langsung serta harus membuat laporan hasil audit kepada perusahaan.

Susunan tim Audit Internal terdiri atas:

a) Ketua Tim

bertugas memimpin dan mengkoordinir kegiatan tim secara efektif dan obyektif serta bertanggung jawab untuk menyusun rencana audit, melatih anggota tim (jika diperlukan), mengkoordinir penyusunan daftar periksa, memimpin pelaksanaan audit sera mengarahkan penyusunan laporan hasil audit. Sebaiknya Ketua Tim diambil dari bagian operasi yang paling senior, telah mengikuti pelatihan audit dan berpengalaman.

b) Sekretaris Tim
Bertugas memproses surat menyurat dan bahan AC tulisan yang diperlukan tim, memproses penyusunan laporan, mencatat semua hasil temuan dan rekomendasi selama audit berlangsung dan memproses hail audit secara cermat dan lengkap serta aktif dalam diskusi selama pelaksanaan audit.

c) Anggota Tetap
bertugas mengembangkan dan membahas persiapan, pelaksanaan dan pelaporan audit Anggota tetap dapat dipilih dari bidang

  • Engineering (perancangan)
  • Operasi
  • Maintenance (pemeliharaan)
  • Keselamatan dan kesehatan kerja

d) Anggota Tidak Tetap
bertugas membantu analisa dan memberikan informasi yang akurat dan obyektif kepada tim tetap. Anggota ini dipanggil jika ada hal-hal penting yang terkait dengan keahlian mereka masing-masing (misal pengawas dari unit yang sedang diaudit) yang perl dibahas secara bersama. Ketua, sekretaris dan anggota tetap, secara penuh menangani persiapan, pemeriksaan dan pelaporan audit. Anggota tetap harus dipilih berdasarkan keahlian dan penguasaannya terhadap unit yang diaudit dan sedapat mungkin dipilih minimal supervisor.

Tim audit sebelum melakukan audit perl dibina dibidang metode audit, standar penilaian audit, cara pemeriksaan dan verifikasi temuan, dan cara pelaporan audit. Selama melaksanakan audit harus dibebaskan dari tugas kerja sehari-hari, dan harus dapat berperan sebagai pihak ketiga dalam melihat keadaan unit agar dapat memberikan masukan yang obyektif kepada pimpinan unit setempat.

Selengkapnya tentang Audit Internal SMK3

silakan baca materinya di LANJUTAN AUDIT INTERNAL SMK3

b. Audit External 

Audit Eksternal SMK3 adalah audit SMK3 yang diselenggarakan oleh  Lembaga Audit dalam rangka penilaian penerapan SMK3 di perusahaan dengan maksud untuk menunjukkan penilaian terhadap system manajemen K3 di perusahaan secara obyektif dan menyeluruh sehingga diperoleh pengakuan dari pemerintah atas penerapan SMK3 di perusahaan.

Audit eksternal wajib bagi perusahaan yang mempunyai potensi bahaya tinggi, sepertiperusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, minyak dan gas bumi. Selain itu, sesuai dengan Permenaker No.26 Tahun 2014, perusahaan yang mempunyai potensi bahaya tinggi selain ketiga sektor tersebut yang telah ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagekerjaan dan/atau Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi juga wajib melaksanakan audit eksternal SMK3.

Fungi audit eksternal ini sebagai umpan balik yang mendukung dalam perkembangan pertumbuhan serta peningkatan kualitas SMK3 yang ada di perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *