Teori Api ( Triangle dan Tetrahedron )

Dalam membahas teori api kita akan mengenal Teori Segitiga Api ( Triangle of Fire ) dan Teori Bidang Empat Api ( Tetrahedron

Pengertian Api

Menurut I.F.S.T.A 
Api adalah suatu reaksi rantai kimia yang dikenal sebagai pembakaran.

Menurut DAVID T. GOLD
Api / pembakaran adalah suatu proses oksidasi cepat yang umumnya menghasilkan panas dan nyala.

Menurut Pusdiklatkar, 2006
Api didefinisikan sebagai suatu peristiwa atau reaksi kimia yang diikuti oleh pengeluaran asap, panas, nyala dan gas lainnya. Api juga dapat diartikan sebagai hasil dari reaksi pembakaran yang cepat . Api dapat terjadi jika ketiga unsur seperti bahan bakar (fuel), udara (oksigen) dan sumber panas berada dalam suatu konsentrasi yang memenuhi syarat, maka akan terjadi reaksi oksidasi atau dikenal sebagai proses pembakaran (Siswoyo, 2007) 

Menurut Sumber Lainnya
Api adalah Suatu proses kimia yaitu proses oksidasi cepat yang menghasilka panas dan cahaya.
Kebakaran adalah Api yang tidak terkontrol dan tidak dikehendaki karena dapat menimbulkan kerugian baik harta benda maupun korban jiwa.

teori-api-triangle-tetrahefron

1. Teori Segitiga Api – Triangle of Fire

Teori segitiga api ini menyatakan bahwa untuk dapat berlangsungnya proses nyala api diperlukan 3 unsur pokok, yaitu bahan yang dapat terbakar (fuel), oksigen (O) yang cukup 
dari udara atau dari bahan oksidator dan panas yang cukup 
. Namun dengan adanya ketiga elemen tersebut, kebakaran belum terjadi dan hanya menghasilkan pijar .

Berdasarkan teori segitiga api tersebut, maka apabila ketiga unsur di atas bertemu akan terjadi api. Namun, apabila salah satu unsur tersebut tidak ada atau tidak berada pada keseimbangan yang cukup, maka api tidak akan terjadi. Prinsip segitiga api ini dipakai sebagai dasar untuk mencegah kebakaran (mencegah agar api tidak terjadi) an penanggulangan api yakni memadamkan api yang tak dapat dicegah .

3 ( Tiga ) Unsur Teori Segitiga Api

1. Panas / Heat 

• Api terbuka
• Permukaan panas
• Percikan dan lelehan
• Gesekan logam
• Energi Listrik
• Gas bertekanan

2. Oksigen / Udara/ Oxygen

  • Gas yang mendukung prores pembakaran.
  • Udara mengandung 21% oksigen

3. Bahan Bakar / Fuel

  • Padat ( Batu bara, kayu, kertas, kain, lilin, plastik, kulit, tepung dll )
  • Cairan ( Minyak tanah, Bensin, Alkohol, Tinner, Gasoline, Plitur dll )
  • Gas ( LPG, LNG, Hydrogen, Acetylene dll )

2. Teori Bidang Empat Api (Tetrahedron of Fire) 

Teori segitiga api mengalami perkembangan yaitu dengan ditemukannya unsur keempat untuk terjadinya api yaitu rantai reaksi kimia/ Chemical Chain Reaction. Konsep ini dikenal dengan teori tetrahedron of fire. Teori ini ditemukan berdasarkan penelitian dan pengembangan bahan pemadam seperti tepung kimia (dry chemical) dan halon (halogenated hydrocarbon). Kedua jenis bahan pemadam ini mempunyai kemampuan memutus rantai reaksi kontinuitas proses api .

Teori tetrahedron of fire ini didasarkan bahwa dalam panas pembakaran yang normal akan timbul nyala, reaksi kimia yang terjadi menghasilkan beberapa zat hasil pembakaran seperti CO, CO2, SO2 asap dan gas. Hasil lain dari reaksi ini adalah adanya radikal bebas dan atom oksigen dan hidrogen dalam bentuk hidroksil (OH). Bila 2 (dua) gugus OH pecah menjadi H2O dan radikal bebas oksigen. Oksigen radikal ini selanjutnya akan berfungsi lagi sebagai umpan pada proses pembakaran sehingga disebut reaksi pembakaran berantai (Karla, 2007; Goetsch, 2005). Rantai reaksi kimia dimana ketiga elem yang ada saling bereaksi secara kimiawi.

BAHAN BAKAR bisa berbentuk padat, cair atau gas yang bila dipanaskan mengeluarkan uap mudah terbakar. Contohnya termasuk kertas, kayu, kardus, cat, minyak, asetilena, dll

OKSIGEN biasanya hadir di udara dalam jumlah yang cukup untuk membentuk dan mempertahankan api.

PANAS  temperatur kritis harus dicapai untuk pengapian terjadi , tetapi setelah api telah terbentuk, biasanya api tersebut akan mempertahankan panasnya sendiri. Panas dapat muncul dengan sengaja, atau mungkin tidak disengaja. Sebagai contoh, pemanas yang ditempatkan terlalu dekat dengan furniture, gorden atau kertas;  kelebihan beban pada suatu titik rangkaian listrik, dan komputer pribadi yang ditutupi dengan kertas kantor.

REAKSI KIMIA BERANTAI Serangkaian reaksi yang terjadi secara berurutan. Kebakaran hanya dapat bertahan selama reaksi berantai yang mandiri ini dibiarkan berlanjut tanpa gangguan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *